TUGAS IPS
Soal :
1.
Klasifikasikan jalan yang ada di
Indonesia !
2.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan jalan
kabupaten atau
3.
kota !
4.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan jalan
provinsi !
5.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan jalan
nasional !
6.
Bagaimana perbandingan kondisi jalan
dengan pertumbuhan kendaraan saat ini !
7.
Jelaskan kondisi sarana prasarana
transportasi kereta api di Indonesia saat ini !
8.
Sebutkan minimal 4 sarana tranportasi ciri
khas suatu daerah di Indonesia !
9.
Pengelompokan pelabuhan di Indonesia terbagi
dan beberapa kelompok , sebutkan dan jelaskan pengelompokan pelabuhan di
Indonesia !
Jelaskan
keunggulan transportasi laut !
10. Mengapa
rata-rata pelabuhan di Indonesia menyulitkan kapal - kapal besar berlabuh !
11. Jelaskan
kelemahan sarana transportasi laut !
12. Jelaskan
bagaimana pentingnya sarana transportasi udara bagi Indonesia !
13. Sebaran
sarana transportasi udara di Indonesia boleh dikatakan belum merata, sebutkan 3 bandar udara yang ada
di Jawa Timur !
Jawaban
:
1.
v Jalan arteri, merupakan jalan umum
yang berfungsi melayani [angkutan]] utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata
tinggi, dan jumlah jalan masuk (akses) dibatasi secara berdaya guna.
v Jalan kolektor, merupakan jalan umum
yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan
jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.
v Jalan lokal, merupakan jalan umum
yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat,
kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.
v Jalan lingkungan, merupakan jalan
umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak
dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.
v Jalan nasional, merupakan jalan
arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan
antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.
v Jalan provinsi, merupakan jalan
kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi
dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan
strategis provinsi.
v Jalan kabupaten, merupakan jalan
lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan yang
menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan,
antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal,
antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan
sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
v Jalan kota, adalah jalan umum dalam
sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam
kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil,
serta menghubungkan antarpusat permukiman yang berada di dalam kota.
v Jalan desa, merupakan jalan umum
yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa, serta jalan
lingkungan.
2. Jalan kabupaten, merupakan jalan lokal dalam sistem
jaringan jalan primer yang tidak
termasuk jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan,
antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal,
antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan
sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
3. Jalan provinsi, merupakan jalan kolektor dalam sistem
jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota
kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
4. Jalan nasional, merupakan jalan arteri dan jalan kolektor
dalam sistem jaringan jalan primer
yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.
5. Berdasarkan analisis yang telah
dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu pertama, kinerja
jaringan jalan tahun 2013 pada
kondisi DN masih tergolong normal da
pat dilihat dari nilai rata-rata
V/C sebesar 0,7 dibandingkan dengan
nilai ideal V/C
≤
0,75. Namun apabila tidak dilakukan
perubahan apapun maka pada 2018 ni
lai rata-rata V/C akan meningkat
hingga mencapai 0,9 atau
meningkat sebesar 22% dari kondisi
DN tahun 2013 .
Kedua, dari hasil penerapan bebera
pa alternatif manajemen lalulint
as dapat disimpulkan bahwa semua
alternatif yang diusulkan dapat
membantu meningka
tkan kinerja jaringan jalan
dibandingkan dengan
kondisi DN. Namun jika dibandingkan
secara keselur
uhan alternatif ketiga (Alt-3) merupakan
alternatif manajemen lalulintas
terbaik yang dapat
diterapkan pada daerah
studi karena mengalami
perubahan yang sangat signifikan
pada beberapa indikator kine
rja jaringan jalan dibandingkan
alternatif lainnya dari tahun 2013
hingga tahun 2018.
Pemilihan alternatif ini dapat
dilihat dengan perb
andingan nilai rata-rata V/C sebagai
acuan utama
yaitu nilai V/C tahun 2013 menurun
sebesar 43% dari
kondisi DN tahun 2013
sedangkan tahun 2018
menurun sebesar 33% dari kondisi DN
tahun 2018.
6.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan
yaitu pertama, kinerja
jaringan jalan tahun 2013 pada
kondisi DN masih tergolong normal da
pat dilihat dari nilai rata-rata
V/C sebesar 0,7 dibandingkan dengan
nilai ideal V/C
≤
0,75. Namun apabila tidak dilakukan
perubahan apapun maka pada 2018 ni
lai rata-rata V/C akan meningkat
hingga mencapai 0,9 atau
meningkat sebesar 22% dari kondisi
DN tahun 2013 .
Kedua, dari hasil penerapan bebera
pa alternatif manajemen lalulint
as dapat disimpulkan bahwa semua
alternatif yang diusulkan dapat
membantu meningka
tkan kinerja jaringan jalan
dibandingkan dengan
kondisi DN. Namun jika dibandingkan
secara keselur
uhan alternatif ketiga (Alt-3) merupakan
alternatif manajemen lalulintas
terbaik yang dapat
diterapkan pada daerah
studi karena mengalami
perubahan yang sangat signifikan
pada beberapa indikator kine
rja jaringan jalan dibandingkan
alternatif lainnya dari tahun 2013
hingga tahun 2018.
Pemilihan alternatif ini dapat
dilihat dengan perb
andingan nilai rata-rata V/C sebagai
acuan utama
yaitu nilai V/C tahun 2013 menurun
sebesar 43% dari
kondisi DN tahun 2013
sedangkan tahun 2018
menurun sebesar 33% dari kondisi DN
tahun 2018.
7. Delman.
Becak.
Bentor.
Angkot Padang.
8. Pelabuhan terbuka, kapal dapat merapat langsung tanpa
bantuan pintu air,umumnya berupa pelabuhan yang bersifat tradisional.
Pelabuhan tertutup,
kapal masuk harus melalui pintu air seperti dapat kita temui di Liverpool, Inggris dan
terusan Panama.
Pelabuhan Umum,
diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat yang secara teknis dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
Pelabuhan Khusus,dikelola
untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu, baik instansi
pemerintah, seperti TNI AL
dan Pemda Dati I/Dati II,
maupun badan usaha swasta seperti, pelabuhan khusus PT BOGASARI yang digunakan untuk bongkar muat tepung terigu.
Pelabuhan Internasional ,
utama primer yang melayani nasional dan internasional dalan jumlah besar. dan merupakan simpul dalam
jaringan laut internasional.
Pelabuhan International,
utama sekunder yang melayani nasional maupun internasional dalam jumlah besar
yang juga menjadi simpul jaringan transportasi laut internasional.
Pelabuhan Nasional,
utama tersier yang melayani nasional dan internasional dalam jumlah menengah.
Pelabuhan Regional,pelabuhan
pengumpan primer ke pelabuhan utama yang melayani secara nasional.
Pelabuhan Lokal,
pelabuhan pengumpan sekunder yang melayani lokal dalam jumlah kecil.
9. Keunggulan dari transportasi
darat,laut,udara modern adalah dapat mempercepat mobilisasi sehingga tidak
memerlukan waktu yang lama untuk mencepat ke suatu daerah dari daerah asal
sedangkan kelemahannya adalah merusak alam akibat hasil dari pembakaran mesin.
Keunggulan dari transportasi darat, laut kecuali udara
karena tidak ada transportasi udara yang tradisional adalah menjaga alam tetap
seimbang sehingga hewan dan tumbuhan serta manusia bisa hidup dengan nyaman
sedangkan kelemahannya adalah lamanya mobilisasi sehingga memerlukan waktu yang
lama untuk mempercepat ke suatu daerah ke daerah asal.
10. Mengenal Tentang Pelabuhan
26 Januari 2014 § Meninggalkan komentar
Kereta api punya jalur bagi jalannya sendiri yakni rel.
Bus, taksi, mobil sedan, truk dan sebagainya juga mempunyai jalur yang bernama
jalan raya.
Alat transportasi laut dan udara meskipun tidak punya jalur yang terlihat jelas, namun tempatnya sudah ditentukan yakni diatas awan. Kapal, perahu, verry dsb jalurnya di wilayah perairan laut / sungai, sementara pesawat, helicopter, jet dsb jalurnya ada di udara.
Tempat pemberhentian masing-masing alat transportasi juga berbeda-beda. Kereta api mempunyai tempat berhenti dan berangkat bernama stasiun. Bus, taksi, truk dan lain-lain mempunyai terminal atau pangkalan, sementara alat transportasi udara mempunyai bandara sebagai tempat berhenti atau berangkatnya. Alat transportasi laut seperti perahu atau kapal juga mempunyai tempat pemberhentian yang disebut dengan pelabuhan.
Pembahasan saya kali ini adalah mengenai sebuah tempat bernama pelabuhan, yang tidak semua kota/tempat bisa mempunyainya.
Alat transportasi laut dan udara meskipun tidak punya jalur yang terlihat jelas, namun tempatnya sudah ditentukan yakni diatas awan. Kapal, perahu, verry dsb jalurnya di wilayah perairan laut / sungai, sementara pesawat, helicopter, jet dsb jalurnya ada di udara.
Tempat pemberhentian masing-masing alat transportasi juga berbeda-beda. Kereta api mempunyai tempat berhenti dan berangkat bernama stasiun. Bus, taksi, truk dan lain-lain mempunyai terminal atau pangkalan, sementara alat transportasi udara mempunyai bandara sebagai tempat berhenti atau berangkatnya. Alat transportasi laut seperti perahu atau kapal juga mempunyai tempat pemberhentian yang disebut dengan pelabuhan.
Pembahasan saya kali ini adalah mengenai sebuah tempat bernama pelabuhan, yang tidak semua kota/tempat bisa mempunyainya.
Pelabuhan dibuat ditepi pantai yang dalam namun tidak
berombak, ada juga yang dibuat ditepi sungai-sungai besar.
Pelabuhan tidak boleh dibuat di perairan yang dangkal, karena kapal-kapal besar tidak akan bisa merapat di tempat dangkal dan akan kandas. Padahal fungsi pelabuhan adalah sebagai tempat berlabuhnya semua kapal baik besar maupun kecil. Pelabuhan juga tidak boleh dibuat di tepi laut yang berombak, kapal kapal yang berlabuh tidak akan tenang karena akan terganggu oleh ombak besar. Sehingga hal itu akan menyulitkan kapal untuk bongkar muat penumpang dan barang. Pelabuhan juga tidak boleh terletak dalam teluk atau di belakang sebuah pulau karena tidak baik dan menyulitkan dalam mencapai tempatnya.
Di Negara Indonesia, saat ini terdapat kurang lebih 600 pelabuhan. Dari waktu ke waktu jumlahnya akan terus bertambah seiring kebutuhan. Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang mengupayakan agar di setiap tempat / daerah yang mempunyai laut, dapat disinggahi oleh kapal. Hal itu bertujuan agar sarana transportasi kian lancar dan tidak ada lagi tempat yang terisolir / terpisah dengan daerah lainnya.
Pelabuhan tidak boleh dibuat di perairan yang dangkal, karena kapal-kapal besar tidak akan bisa merapat di tempat dangkal dan akan kandas. Padahal fungsi pelabuhan adalah sebagai tempat berlabuhnya semua kapal baik besar maupun kecil. Pelabuhan juga tidak boleh dibuat di tepi laut yang berombak, kapal kapal yang berlabuh tidak akan tenang karena akan terganggu oleh ombak besar. Sehingga hal itu akan menyulitkan kapal untuk bongkar muat penumpang dan barang. Pelabuhan juga tidak boleh terletak dalam teluk atau di belakang sebuah pulau karena tidak baik dan menyulitkan dalam mencapai tempatnya.
Di Negara Indonesia, saat ini terdapat kurang lebih 600 pelabuhan. Dari waktu ke waktu jumlahnya akan terus bertambah seiring kebutuhan. Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang mengupayakan agar di setiap tempat / daerah yang mempunyai laut, dapat disinggahi oleh kapal. Hal itu bertujuan agar sarana transportasi kian lancar dan tidak ada lagi tempat yang terisolir / terpisah dengan daerah lainnya.
11. KEKURANGAN TRANSPORTASI LAUT :
1. Tidak cocok untuk barang barang yang mudah rusak.
2. Tidak cocok untuk jarak dekat.
3. Kanal perlu biaya mahal untuk pembangunan nya.
4. Route tidak fleksibel.
1. Tidak cocok untuk barang barang yang mudah rusak.
2. Tidak cocok untuk jarak dekat.
3. Kanal perlu biaya mahal untuk pembangunan nya.
4. Route tidak fleksibel.
12. PERAN LAUT PADA MASA HINDU – BUDHA (ABAD KE 4-14 M)
Laut
berperan sebagai media transportasi utama perdagangan dunia pada
masaHindu-Buddha, masyarakat di zaman Hindu-Budha tidak hanya berdagang, namun
juga menyebarkan agama Hindu dan Buddha di Indonesia. Laut berfungsi sebagai
jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan antar wilayah di Indonesia pada
zaman tersebut dan negara-negara lain di dunia seperti India, Cina (Tiongkok)
dan lain-lain.
Salah satu
faktor terpenting yang tidak diragukan lagi dalam terciptanya Negara Indonesia
adalah laut. “Bhineka tunggal ika” akhirnya dipakai sebagai
semboyan bangsa ini yang menegaskan kesatuan dalam berbagai perbedaan. Semboyan
itu berasal dari Kitab Sutasoma karya mpu Tantular dizaman Majapahit. Lagu “Nenek
Moyangku” menjadi sebuah saksi bahwa betapa berpengaruhnya laut bagi
bangsa ini. Laut memainkan peran yang tak akan tergantikan dalam proses
terbentuknya negara ini. Munculnya kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim
adalah bukti betapa laut memang menunjukkan peran pentingnya bagi adanya sebuah
integrasi.
Kerajaan
Sriwijaya muncul sekitar abad ke 7 M. Pulau Sumatera merupakan wilayah
kekuasaan Sriwijaya termasuk di dalamnya adalah Bangka-Belitung. Bahkan,
Kamboja, Thailand, dan Semenanjung Malaya juga menjadi bagian dari kerajaan
maritim tersebut.
Wilayah
Sriwijaya menjadi lokasi yang sangat strategis bagi perdagangan antara India
dengan Tiongkok. Peran pantai timur Sumatera dan pantai utara Jawa sangatlah
penting kala itu. Sriwijaya dikenal sebagai daerah penghasil kapur barus,
cengkeh, pala, lada, dan timah. Dikarenakan lokasi yang sangat penting bagi
perdagangan India dan Tiongkok, Sriwijaya mengalami dampak lain dari adanya
perdagangan tersebut.
Balaputradewa
yang menjadi raja Sriwijaya kala itu telah mengadakan hubungan dengan raja
Dewapaladea dari Benggala (India). Hubungan tersebut tak terbatas pada hubungan
politik saja. Dari hubungan tersebut terdapat unsur agama yang mulai dibawa
masuk ke Sriwijaya. Pada waktu itu Benggala merupakan pusat dari agama Budha
Mahayana. Dengan adanya hubungan yang baik, penyebaran agama Budha Mahayana
menjadi sangat subur. Sriwijaya juga melakukan penaklukan yang membuat
penyebaran agama Budha lebih mudah lagi. Sementara itu, hubungan dengan
Tiongkok lebih bersifat politik yang ditandai dengan dikirimkannya bantuan
pasukan Tiongkok untuk Sriwijaya dalam menghadapi Jawa.
Tahun 1377
armada angkatan laut Majapahit menyerang Sriwijaya. Serangan ini mengakhiri
riwayat Kerajaan Sriwijaya. Meskipun demikian, kerajaan ini tetap memberikan
peran bagi terintegrasinya sebuah wilayah melalui penaklukan-penaklukan wilayah
agama yang dianutnya.
Keunggulan
Sriwijaya dalam bidang maritim dilanjutkan oleh Malaka yang dahulu juga
merupakan bekas wilayah kerajaan Sriwijaya. Sebuah negara murni berbentuk
pelabuhan transit di Indonesia. Malaka tidak memiliki hasil-hasil sendiri yang
cukup penting dan harus mengimpor dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan
pangan negerinya. Letak Malaka sangat strategis waktu itu karena merupakan
salah satu trayek dalam sistem perdagangan internasional dari Cina dan Maluku
di timur bahkan sampai Afrika Timur dan Laut Tengah di barat. Malaka memiliki
banyak trayek perdagangan dengan berbagai daerah yang saat ini masuk dalam
wilayah Indonesia seperti Malaka-pantai timur Sumatera yang menjajakan
hasil-hasil bumi seperti emas, kapur barus, lada, dan sutra. Hal ini
membuktikan bahwa Malaka juga memiliki andil dalam menyatukan wilayah Negara
Indonesia saat ini.
Jaringan
yang sangat luas dengan kepentingan ekonomi masing-masing menjadikan adanya
hubungan Semenanjung Malaya dengan negara-negara kepulauan Indonesia pada masa
pra-kolonial. Lama-kelamaan hubunganpun bersifat kultural. Malaka menjadi salah
satu bagian yang merupakan jaringan terbesar kala itu yang disebut dengan jalur
sutera. Jalur perdagangan membentang ke barat sampai India, Persia, Arabia,
Suriah, Afrika Timur, dan Laut Tengah. Sedangkan ke utara sampai Siam dan Pegu
serta ke timur sampai Cina. Malaka dengan rempah-rempah Indonesianya menjadi
bagian paling penting disamping Gujarat dan India. Keberhasilan Malaka
sebenarnya bukan hanya terletak pada letaknya yang strategis, tetapi juga
karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh penguasanya sangat
menguntungkan para pedagang dengan memberikan berbagai fasilitas yang
dibutuhkan.
Masuknya
ajaran Islam pada sekitar abad ke-12, melahirkan kerajaan-kerajaan bercorak
Islam yang ekspansionis, seperti Samudera Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa.
Munculnya kerajaan-kerajaan tersebut, secara perlahan-lahan mengakhiri kejayaan
Sriwijaya dan Majapahit, sekaligus menandai akhir dari era ini.
PERAN LAUT
PADA MASA PENYEBARAN ISLAM
Seperti
halnya Sriwijaya, Malaka pun menjadi tempat yang cukup subur bagi penyebaran
agama. Berbeda dengan Sriwijaya yang menganut Budha, Malaka dikenal dengan
keislamannya. Sebenarnya, pada mulanya seorang penguasa Malaka yang bernama
Parameswara memang beragama Hindu-Budha, tetapi pada masa akhir pemerintahannya
dia berpindah ke agama Islam. Dia menggunakan gelar Iskandar Syah. Mungkin
kepindahannya ke agama Islam dipengaruhi oleh banyaknya pedagang muslim yang
berdagang di Malaka.
Islam
merupakan agama yang tidak bisa dipisahkan dengan bangsa ini. Islam merupakan
agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Indonesia saat ini. Menurut M.C.
Ricklefs, Islam menandai era sejarah modern dari Indonesia. Di berbagai
pelabuhan di Indonesia seperti Tuban dan Gresik agama ini tumbuh dengan subur.
Tentu agama ini memiliki peranan tersendiri dalam proses integrasi
wilayah-wilayah di Indonesia. Berbeda dengan agama Hindu yang mengenal
pembagian kasta, Islam dinilai lebih egaliter sehingga mudah mendapatkan
pengikut. Pembagian tingkatan dalam agama ini mungkin hanya pada seorang guru
(kyai) dan seorang murid (santri). Selain itu, agama Islam dengan ideologi
perang sabilnya menjadi alat yang sangat penting demi memobilisasi massa dalam
menghadapi penindasan yang dilakukan pada masa kolonial berlangsung.
PERAN LAUT
PADA MASA KOLONIALISME BANGSA EROPA
Memasuki
era kolonial, laut tetap memerankan perannya sebagai alat integrasi yang cukup
penting. Kongsi dagang tersukses yang pernah ada di Indonesia, VOC (Vereenig-de
Oost-Indische Compagnie), selama kurang lebih 200 tahun berkuasa di Indonesia.
selain kekuatan militernya yang sangat kuat, VOC juga memiliki angkatan laut
yang kuat pula. Demi mengawasi lancarnya monopoli, mereka menggunakan perahu
kora-kora yang biasa disebut pelayaran Hongi. VOC dibawah pimpinan J.P. Coen
meletakkan sebuah tempat berpijak yang kokoh, yaitu. Batavia yang sekarang
bernama Jakarta. Batavia dijadikan pusat administrasi VOC. J.P. Coen juga
dikenal kejam dan memiliki prinsip yang sangat kuat. Menurutnya VOC tidak dapat
menguasai perdagangan tanpa melakukan perang dan sebaliknya tidak bisa
melakukan perang tanpa menguasai perdagangan. Salah satu buktinya adalah di
Maluku. Keinginan VOC untuk memonopoli rempah-rempah tak mendapatkan perlawanan
berarti karena keunggulan angkatan laut VOC. Konsekuensinya tentu daerah
tersebut harus tunduk dan menjadi wilayah kekuasaan dari VOC.
VOC dengan
kekuatan angkatan darat maupun lautnya serta kebijakan monopoli perdagangannya
menjadikan kongsi dagang ini memiliki wilayah yang cukup luas. Wilayah-wilayah
VOC merupakan wilayah yang kini menjadi Indonesia. Meskipun kongsi ini
mengalami kebangkrutan pada 31 Desember 1799, secara tidak langsung memberikan
dampak yang sama terhadap wilayah yang pernah dikuasainya. Kekerasan maupun
perang yang dijalankan di beberapa daerah menumbuhkan rasa senasib antarwilayah
yang pernah dikuasai oleh VOC. Hal ini kemudian menjadi alat pemersatu yang
sangat efektif dalam menghadapi kolonialisme.
Pada
sebuah transaksi perdagangan terbukti memberikan pengaruh tidak terbatas hanya
dalam bidang ekonomi saja, melainkan pengaruh lain dibidang kultural seperti
agama. Selain itu, tentu diperlukan sarana yakni bahasa yang sama demi
tercapainya kelancara dalam sebuah transaksi. Bahasa Melayu yang merupakan
bahasa dari kerajaan Sriwijaya menjadi bahasa yang digunakan dalam perdagangan
laut. Bahasa memang menjadi alat yang sangat vital dalam hubungan perdagangan.
Bahasa Indonesia (Melayu) akhirnya dipilih sebagai bahasa nasional yang
diikrarkan oleh para pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan
Sumpah Pemuda. Salah satu poin dari sumpah tersebut adalah “Kami putra-putri
Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”. Hal ini menjadi
bukti bahwa bahasa merupakan salah satu alat pemersatu wilayah yang cukup
penting perannya.
Laut
sebagai alat pengintegrasi wilayah-wilayah yang kini menjadi Indonesia telah
dapat dibuktikan kebenarannya. Berpangkal dari adanya sebuah perdagangan laut,
pengaruh kultural lain seperti agama dan bahasa semakin memperkuat adanya
sebuah ikatan antarwilayah.
PERAN LAUT
BAGI NEGARA INDONESIA PADA MASA KINI
Peranan
Laut Sebagai Pengontrol Iklim Bumi
Laut
memiliki peranan yang sangat penting dalam mengontrol iklim di Bumi. Karena
laut memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut,
maka hampir keseluruhan planet Bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia
untuk hidup.
Lebih dari
70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah
lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu
sabuk aliran yang sangat besar (global conveyor belt). Air laut bergerak
dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin,
salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk
aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh
Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk
aliran global memerlukan waktu sekitar 1000 tahun.
Laut juga
berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat
besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil
pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di laut. Di beberapa bagian
laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar
dalam mengurangi pemanasan global.
Perbedaan
sifat fisik laut dan daratan juga dapat menimbulkan gerakan udara (angin).
Bersama-sama angin uap air laut terbawa dan dapat menyejukkan atau memanaskan
tempat yang dilalui serta dapat menyebabkan turunnya hujan.
Peran Laut
Bagi Pertahanan dan Keamanan
Keberadaan
laut di sebuah negara juga menjadi perlambang kekuatan sebuah negara. Indonesia
dengan jumlah kawasan laut yang cukup luas sejatinya menjadikan Indonesia
sebagai salah satu negara maritim yang tangguh, tentunya dengan dibarengi
kekuatan sistem pertahanan dalam negeri yang baik. Laut Indonesia selain luas
juga memiliki kekayaan yang luar biasa.
Sejarah
telah membuktikan bahwa penguasaan laut sangat menentukan pertahanan dan
keamanan negara. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, laut dapat digunakan
untuk mengamankan dan mempertahankan keutuhan seluruh wilayah tanah air dari
berbagai ancaman yang datang dari negara lain.
Peran Laut
Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Laut
merupakan tempat manusia mengembangkan ilmu pengetahuan. Banyak hal-hal besar
yang Tuhan ciptakan di dalam laut menjadi stimulus bagi manusia untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peran Laut
Sebagai Sarana Transportasi
Laut bagi
bangsa Indonesia bukanlah sebagai pemisah melainkan sebagai pemersatu bangsa.
Melalui jalur laut lah, bangsa Indonesia bertransportasi ke luar pulau. Melalui
jalur laut juga, sebagian besar keperluan bangsa Indonesia diangkut. Laut
merupakan sarana lalu lintas air yang murah, karena hampir tidak diperlukan
biaya pembuatan dan pemeliharaan untuk jalur lalu lintas dilaut. Melalui laut,
bermacam-macam hasil dapat didistribusikan dari satu tempat ke tempat lain.
Laut dapat juga dijadikan sarana untuk menjalin hubungan timbal balik antara
negara yang satu dengan negara yang lain.
Peran Laut
Sebagai Sumber Pangan (Pertanian dan Perikanan)
Di lautan
akan berkembang banyak flora dan fauna yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Laut Indonesia berfungsi sebagai sumber pangan terutama protein hewani dalam
bentuk ikan dan hasil laut lainnya. Bangsa Indonesia mampu mengekspor ikan dan
hasil-hasil laut lainnya ke mancanegara. Indonesia juga berhasil dalam
mengembangkan usaha perikanan, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
maupun untuk tujuan ekspor.
Di dalam
laut terdapat berbagai jenis ikan yang jumlah sangat banyak. Secara geografis
perairan yang kaya berbagai jenis ikan antara lain tepian Laut Cina Selatan,
tepian Samudra Pasifik, dan tepian samudra Hindia. Di Indonesia, laut yang kaya
akan ikan antara lain Laut Natuna, Laut Sulawesi sampai Papua, laut di sebelah
barat Pulau Sumatra sampai sebelah selatan Nusa Tenggara Timur. Dari laut
seorang nelayan dapat memperoleh penghidupan hanya dari menangkap ikan, tidak
perlu mereka membuat kolam untuk beternak ikan. Cukup bermodalkan pancing, jala
dan kapal maka kegiatan berekonomi dapat dijalankan.
Di bidang
pertanian laut memiliki perananmisalnya budidaya rumput laut. Manfaat dari
rumput laut di antaranya, sebagai bahan pembuat agar-agar dan bahan dasar
kosmetika.Tumbuhan seperti rumput laut dapat dijadikan sumber energi bagi
manusia. Rumput laut saat ini banyak digemari oleh masyarakat. Rumput laut
dapat dijadikan pelengkap dalam es, makanan ringan, ataupun sebagai agar-agar.
Selain rumput laut masih banyak tumbuhan di lautan yang dapat digali
manfaatnya.
Peran Laut
Sebagai Sumber Pertambangan
Laut juga
termasuk wilayah pertambangan yang sangat potensial bagi bangsa Indonesia.
Sumber bahan tambang yang terdapat di laut di antaranya minyak, gas bumi,
endapan timah, dan bauksit. Di Indonesia terdapat sekitar 50 cekungan dasar
laut yang potensial menghasilkan minyak dan gas bumi. minyak bumi dan gas bumi
Indonesia sudah diekspor ke mancanegara.
Selain itu
banyak mineral yang dihasilkan dari laut seperti:
- Fosfat berasal dari tulang-belulang ikan dan kotoran burung pemakan ikan. Fosfat dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk.
- Endapan metalik,seperti timah dan bauksit.
- Garam, kegiatan penambangan garam di Indonesia antara lain di pantai Pulau madura (Sumenep, Kalianget) serta di pantai Pulau Jawa (Rembang).
Peran Laut
Sebagai Tempat Olahraga, Sarana Rekreasi dan Pariwisata
Sebagai
sebuah negara tropis, panorama laut Indonesia sangat luar biasa indah dan dapat
dijadikan pusat wisata bahari sehingga dapat menambah devisa negara. Contohnya
saja Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara, terumbu-terumbu karang di Lombok dan
Taman laut Wakatobi di Sulawesi Tengah.
Pemandangan
laut yang indah baik di pantai maupun di dalam laut menarik perhatian, Laut
juga merupakan sarana untuk olahraga air seperti menyelam, selancar air, dan
berlayar, sehingga menarik minat para wisatawan baik domestik maupun
mancanegara.
Peran Laut
Sebagai Bahan Baku Obat-Obatan
Laut juga
sangat terkenal dengan kekayaan alam nabati maupun hewani yang dapat digunakan
untuk bahan baku pembuatan obat-obatan. Berbagai bahan kimia yang terkandung
dalam biota laut dapat digunakan untuk bahan baku obat-obatan. Ekstrak dari
berbagai jenis tumbuhan dan hewan itu sangat bermanfaat bagi tubuh manusia,
baik untuk mengobati maupun mencegah berbagai macam penyakit.
Peran Laut
Sebagai Wahana Konservasi Alam
Laut
mempunyai sifat khusus untuk melindungi dan melestarikan lingkungan. Pemerintah
Indonesia telah melaksanakan pengembangan kawasan konservasi laut di Indonesia
seluas 10 ribu ha pada tahun 2000.
- JBB - Bandar Udara Notohadinegoro,
Jember.
- BWX - Bandar Udara Blimbingsari,
Banyuwangi.